← Back to writing
Journey3 min read7 views

3 Bulan Probation yang Mengubah Cara Pandangku Tentang Hidup

3 Juni 2026

Kalau ada satu fase yang paling berkesan selama perjalanan karierku sejauh ini, mungkin jawabannya adalah tiga bulan probation pertamaku di tempat kerja yang sekarang.

Tanggal 12 Januari 2026 menjadi awal dari perjalanan itu.

Hari itu adalah hari pertamaku bekerja secara on-site di Jabodetabek. Meskipun lebih tepatnya berada di Bekasi, tetap saja rasanya berbeda. Sebagai seseorang yang berasal dari Gorontalo, merantau dan bekerja jauh dari kampung halaman dulu bukan sesuatu yang pernah benar-benar ada dalam bayanganku.

Aku masih ingat bagaimana canggungnya hari-hari pertama itu.

Lingkungan baru.

Orang-orang baru.

Budaya kerja yang berbeda.

Dan tentu saja ekspektasi terhadap diriku sendiri yang cukup tinggi.

Awalnya aku mengira probation hanyalah masa percobaan untuk menilai apakah seseorang layak dipertahankan oleh perusahaan atau tidak.

Namun setelah menjalaninya, aku menyadari bahwa probation juga menjadi masa di mana aku belajar mengenal diriku sendiri lebih dalam.

Bukan Hanya Tentang Skill

Selama tiga bulan tersebut, aku memang belajar banyak hal dari sisi teknis pekerjaan.

Aku belajar memahami sistem yang sedang dikembangkan.

Belajar cara bekerja di dalam tim.

Belajar beradaptasi dengan alur kerja yang baru.

Namun pelajaran terbesar justru datang dari hal-hal yang tidak tertulis di deskripsi pekerjaan.

Aku belajar bagaimana berkomunikasi dengan lebih baik.

Bagaimana menyampaikan ide.

Bagaimana bertanya ketika tidak tahu.

Bagaimana meminta bantuan ketika mengalami kesulitan.

Dan jujur saja, bagian komunikasi adalah tantangan terbesar bagiku.

Karena beradaptasi dengan orang baru tidak pernah semudah yang terlihat.

Hidup Ternyata Mirip Sebuah Game

Ada satu pemikiran yang muncul selama proses itu.

Dulu aku cukup sering menghabiskan waktu bermain game.

Naik level.

Mencari item yang lebih baik.

Menyelesaikan quest.

Meningkatkan kemampuan karakter.

Lalu aku mulai bertanya kepada diriku sendiri.

Kenapa konsep yang sama tidak diterapkan ke kehidupan nyata?

Bukankah hidup juga memiliki sistem progression?

Kita belajar skill baru.

Kita mencari pengalaman.

Kita membangun relasi.

Kita meningkatkan kemampuan komunikasi.

Kita mencoba menjadi pribadi yang lebih baik dari versi sebelumnya.

Mungkin bedanya, di kehidupan nyata tidak ada bar experience yang terlihat di layar.

Tetapi setiap usaha yang dilakukan tetap memberikan pengalaman dan pertumbuhan.

Tentang Menjadi Lebih Bernilai

Seiring waktu, aku mulai memahami bahwa meningkatkan kemampuan bukan hanya soal bekerja lebih keras.

Tetapi juga bekerja lebih cerdas.

Belajar hal yang tepat.

Mengembangkan kemampuan yang benar-benar dibutuhkan.

Dan terus meningkatkan value yang kita miliki.

Karena pada akhirnya, dunia profesional sering kali memberikan penghargaan berdasarkan nilai yang mampu kita berikan kepada orang lain.

Sebuah Awal Baru

Sekarang masa probation itu sudah berlalu.

Namun pelajaran yang kuterima selama tiga bulan tersebut masih terus menempel hingga hari ini.

Mungkin itulah alasan kenapa aku ingin mulai lebih banyak menulis dan bercerita.

Bukan karena aku merasa sudah berhasil.

Bukan karena aku merasa paling tahu.

Tetapi karena aku percaya setiap perjalanan selalu menyimpan pelajaran yang layak dibagikan.

Dan mungkin, di luar sana ada seseorang yang sedang berada di titik yang pernah aku lalui.

Kalau kamu salah satunya, semoga cerita ini bisa menemanimu.

Aku Ryo.

Dan ini adalah salah satu cerita dalam perjalananku.

TagsProbationWorkLife